PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER BAGI PERLAJAR

Pentingnya Pendidikan Karakter bagi Pelajar

 

Perkembangan  yang kian pesat menimbulkan banyak dampak bagi pelajar, salah satunya yaitu perubahan karakter. Kurangnya pendidikan karakter akan menimbulkan krisis moral yang berakibat pada perilaku negatif di masyarakat, misalnya kekerasan, pergaulan bebas, pencurian, dan lain-lain. Pendidikan karakter adalah salah satu upaya membentuk generasi muda yang berintelektual, bermoral, berkepribadian baik dan berakhlak mulia.

 

Tujuan pendidikan karakter yakni untuk membangun pribadi yang tangguh, berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong royong. Saat ini banyak mengajar, guru juga berperan mendidik, memotivasi, membimbing, serta mengarahkan agar para pelajar lebih terarah dan tidak melakukan hal-hal yang menyimpang yang dapat dijumpai pelajar yang krisis etika dan moral. Semakin hari permasalahan moral sudah sangat memprihatinkan. Faktor utama penyebab terjadinya krisis moral, diantaranya pengaruh lingkungan, dan kemajuan teknologi. Tidak semua pelajar dapat menggunakan teknologi dengan bijak. Tidak sedikit pula yang menyalahgunakan teknologi, seperti membuka situs-situs pornografi yang tidak dibutuhkan dalam bidang pendidikan.

 

Perlu adanya pengontrolan dan pengawasan dari orang tua maupun guru. Untuk itu pentingnya menerapkan pendidikan karakter pada pendidikan  guna mencetak siswa-siswi yang berkarakter. Disini peran guru dan orang tua sangat dibutuhkan. Selain merugikan diri sendiri dan orang lain.

Alasan Perlunya Pendidikan Karakter

Ada tujuh alasan mengapa pendidikan karakter itu harus disampaikan:

  1. Merupakan cara terbaik untuk menjamin anak-anak (siswa) memiliki kepribadian yang baik dalam kehidupannya;
  2. Merupakan cara untuk meningkatkan prestasi akademik;
  3. Sebagian siswa tidak dapat membentuk karakter yang kuat bagi dirinya di tempat lain;
  4. Mempersiapkan siswa untuk menghormati pihak atau orang lain dan dapat hidup dalam masyarakat yang beragam;
  5. Berangkat dari akar masalah yang berkaitan dengan problem moral-sosial, seperti ketidaksopanan, ketidakjujuran, kekerasan, pelanggaran kegiatan seksual, dan etos kerja (belajar) yang rendah;
  6. Merupakan persiapan terbaik untuk menyongsong perilaku di tempat kerja.
  7. Mengajarkan nilai-nilai budaya merupakan bagian dari kerja peradaban

PENULIS

Eko Nurhadi, S.Pd.

Komli TITL

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *