ASYIKNYA MENJADI PEMBINA PRAMUKA

Beruntung sekali saya rasakan ketika saya masih diberikan kesempatan untuk membina adik-adik dalam setiap kegiatan. Terutama dalam kegiatan kepramukaan yang tujuan dan desain kegiatannya adalah mencetak generasi muda Indonesia yang cinta akan tanah air, bangsa dan negaranya. Cinta akan semangat ke-Indonesia-an dan tentu saja semangat toleransi dan kebersamaan tanpa memandang latar belakang seseorang.

Begitu pula kali apa yang diamanahkan kepada kami, yang kebetulan juga dipercaya membina mereka dalam wadah gerakan pramuka. Sebuah wadah organisasi ekstrakurikuler yang saat ini amat jarang ditemui, atau amat jarang diikuti oleh anak-anak muda saat ini,  meskipun saat ini kegiatan ini sudah diwajibkan oleh pemerintah sebagai kegiatan ekstrakurikuler seperti halnya yang tertuang dalam kurikulum 2013.

Membina pramuka adalah sebuah kenikmatan dan kehormatan tersendiri, meskipun saya sendiri bukanlah sosok yang ahli dalam kepramukaan dan saat ini pun masih belajar terus agar mampu membina adik-adik. Karena memang latar belakang pendidikan awalnya bukanlah pendidikan kepramukaan . Tapi itulah menarik dan asyiknya, di manapun dan kapanpun tugas itu diberikan kita semestinya melakukannya dengan tanggung jawab. Hasil bukanlah ukuran tapi proses yang baik sangat menunjang keberhasilan. Itulah kesan yang kami tangkap tatkala kami mesti bergerak lagi dalam kegiatan pembinaan ini.

Sejak tanggal 14 sampai dengan tanggal 16 bulan Juni 2022 kami para Pembina pramuka Gugus Depan SMKN 1 Bendo Magetan telah melaksanakan kemah Bantara yang dilaksanakan di Desa Kandangan Kecamatan Kare Kabupaten Madiun, mendapatkan tugas mempersiapkan banyak kegiatan membina adik-adik  dalam kepramukaan dan kebetulan harus lebih exstra, karena Gugus Depan SMKN 1 Bendo Magetan sudah 3 Tahun tidak melaksanakan perkemahan dikarenakan masa Pandemi Covid 19. Untuk itu kami harus benar-benar exstra mengeluarkan tenaga dan pikiran untuk membimbing adik-adik pramuka yang sudah lama terpola dengan lingkangan Gaghet. Tak sedikit memang kekakuan dan kegugupan di kalangan pembina dan kakak-kakak senior binaan kami. Tentu saja karena kegiatan ini merupakan kegiatan kemah permulaan lagi yang mana kakak-kakak seniornya yang membantu kakak Pembina belum pernah mengikuti kegiatan yang sama dikarenakan masa pandemic Covid 19.

Banyak persiapan dan latihan pun kami lakukan, seperti pada pembinaan-pembinaan yang lain tentu kami juga fokus pada pelatihan yang bersifat kecakapan pribadi maupun kelompok (tim). Tujuannya agar masing-masing peserta maupun tim  bisa melakukan kegiatannya sesuai tuntutan panitia penyelenggara tidak lain adalah kakak Pembina. Seperti latihan pemantapan baris berbaris, mendirikan tenda, membuat tiang pendera dari tongkat, membuat tandu, membaca Kompas, peta buta serta harus menguasai beberapa sandi dan tali temali (pionering).Dan yang tak kalah penting adalah menampilkan beberapa kesenian  yang siap ditampilkan dalam pentas seni dan api unggun .

Pada awalnya memang sedikit canggung lantaran yang dihadapi adalah adik-adik yang sudah lama kurang berkomonikasi dengan teman-temannya karena dampak dari Covid 19 yang mana kita semua dibatasi untuk berinteraksi dengan orang lain. Meskipun awalnya terasa berat tapi demi meningkatkan generasi muda Indonesia yang cinta akan tanah air, bangsa dan negara kami bisa melaksanakannya dengan baik. Tak sedikit adik-adik pun merasa kelelahan lantaran kegiatan latihan semakin padat lagi demi hasil yang maksimal.

 

Namun demikian, kami melihat kegiatan kemah bantara kali  ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kemah bantara  pada tahun-tahun sebelumnya, akan tetapi melihat keterbatasan potensi adik-adik ini diharapkan kegiatan tersebut disesuaikan dengan kemampuan adik-adik. Sehingga harapannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *